Anggrek Tanah Spathoglottis Plicata
Spathoglottis Plicata merupakan spesies yang paling banyak dijumpai. Nama generik Spathoglottis berasal dari bahasa Yunani “spathe” berarti pedang dan “glosa” atau “glotta” yang berarti lidah, mengacu pada karakteristik labellum dari genus ini (Davis and Steiner, 1982). Nama spesifik “plicata” diperoleh dari penampilan lekukan daun yang plicated (karakterisstik botanik yang digambarkan sebagai plicate).
Anggrek yang ditemukan pertama kali di daerah tropis ini memiliki ciri daun berbentuk seperti palem yang muncul dari pseudobulb (batang semu). Tangkai bunga muncul dari pangkal daun yang bertumpu pada batang semu. Bunga berbentuk tandan, dengan tangkai silindris, yang muncul setiap saat dalam jangka waktu 2 – 3 bulan, dengan kemekaran bunga dimulai dari atas ke bawah. Warna bunga Spathoglottis bervariasi dari ungu tua, ungu muda, merah ungu, pink, orange, kuning, coklat, putih dan campuran. Sehingga tidak heran jika Spathoglottis plicata memiliki daya tarik tersendiri bagi para penganggrek untuk dikembangkan. Ciri lain dari anggrek ini adalah beberapa jenis memiliki panjang tangkai melebihi tinggi tanaman, sedangkan yang lain rangkaian bunga sembunyi di bawah kanopi tanaman karena tangkai bunganya yang pendek. Bunga mekar tidak serempak dalam satu rangkaian bunga, setelah 2-3 hari bunga layu dan diganti dengan bunga yang lain secara berurutan. Jumlah bunga yang mekar pada saat yang sama bervariasi dan jumlah bunga per tangkai bervariasi antara 6-30 bunga/tangkai (Hawkes, 1970)
Anggrek yang ditemukan pertama kali di daerah tropis ini memiliki ciri daun berbentuk seperti palem yang muncul dari pseudobulb (batang semu). Tangkai bunga muncul dari pangkal daun yang bertumpu pada batang semu. Bunga berbentuk tandan, dengan tangkai silindris, yang muncul setiap saat dalam jangka waktu 2 – 3 bulan, dengan kemekaran bunga dimulai dari atas ke bawah. Warna bunga Spathoglottis bervariasi dari ungu tua, ungu muda, merah ungu, pink, orange, kuning, coklat, putih dan campuran. Sehingga tidak heran jika Spathoglottis plicata memiliki daya tarik tersendiri bagi para penganggrek untuk dikembangkan. Ciri lain dari anggrek ini adalah beberapa jenis memiliki panjang tangkai melebihi tinggi tanaman, sedangkan yang lain rangkaian bunga sembunyi di bawah kanopi tanaman karena tangkai bunganya yang pendek. Bunga mekar tidak serempak dalam satu rangkaian bunga, setelah 2-3 hari bunga layu dan diganti dengan bunga yang lain secara berurutan. Jumlah bunga yang mekar pada saat yang sama bervariasi dan jumlah bunga per tangkai bervariasi antara 6-30 bunga/tangkai (Hawkes, 1970)

Komentar
Posting Komentar