PEMBERDAYAAN MASAYARAKAT DESA PANTOK, KEC. NANGA TAMAN, SEKADAU

Desa Pantok merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Nanga Taman, yang mana memiliki luas wilyah 5.444,20 km² dengan persentase terhadap luas kecamatan adalah 4,0 % dari luas wilayah di Kecamatan Nanga Taman. Desa Pantok terletak di 00o.325 LS dan 110o49.926 BT dengan ketinggian 49 m dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 26oC, curah hujan 2500 – 3272 mm/tahun serta kelembaban 70%. Wilayah desa pantok seluas  4325 Km , dengan sebagian besar berupa lahan kebun karet  ±35% dari luas wilayah yang digunakan untuk persawahan dan ladang, 36 % dan  ±10 yang digunakan untuk pemukiman/pekarangan dan selebihnya  adalah hutan lindung.

Desa Pantok memiliki struktur tanah datar berbukit dan dialiri 3 (tiga) sungai besar yaitu sungai mentukak, sungai kenabu, dan sungai kitai, yang terletak disekitar desa Pantok dan terletak 14 km dari pusat kecamatan dan 60 km dari pusat ibukota kabupaten 359 km dari ibukota provinsi yang dilalui jalan lintas kabupaten.

Secara fisik desa pantok terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Keyayo, Pantok, Kenabu dan Landa Mentawak. Secara administrasi Desa Pantok berbatasan dengan wilayah sebagai berikut:

a.     Utara berbatasan dengan Desa Lubuk Tajau kecamatan Nanga Taman.

b.    Selatan berbatasan dengan Desa Sebabas kecamatan Nanga Mahap.

c.     Timur berbatasan dengan Desa Meragun kecamatan Nanga Taman.

d.    Barat berbatasan dengan Desa Nanga Suri kecamatan Nanga Mahap.


Nama Pantok berasal dari bahasa dayak mentuka sontok atau terontok yang berarti tidak bisa dilewati (perjalanan  menggunakan perahu tanpa mesin) pada zaman tersebut Desa Pantok merupakan gabungan 4 (tempat) kampung, yaitu kampong Pantok, Kenabu, Keyayo, dan Landau Mentawa. 

Dengan adanya amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau di Provinsi Kalimantan Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 149, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4344), dan Desa Pantok masuk pada wilayah administrasi Kecamatan Nanga Taman. Pada tahun 1959 merupakan tonggak sejarah baru bagi Nanga Taman, yaitu terbentuknya Kecamatan Nanga Taman. Nanga Taman, yang biasa disebut juga dengan sebutan Bumi NYAI ANTA atau BUMI CIDAYU terdiri dari beberapa desa. Saat ini jumlah desa di Kecamatan Nanga Taman sebanyak tiga belas desa. Desa-desa itu terbagi lagi menjadi dusun/kampung. Jumlah kampung atau dusun ada lima puluh dan jumlah Rukun Tetangga (RT) sebanyak 153. 

Desa Pantok memiliki potret sosial budaya yang hampir sama dengan desa lainya yang ada di Kec. Nanga Taman yaitu gawai penen padi, gawai nikahan, kerja bakti serta kegiatan lainya yang dilakukan dengan bergotong royong dari seluruh elemen masyarakat saling bahu membahu. Kegiatan tersebut sudah lahir di tengah-tengah masyarakat dari zaman nenek moyang dahulu sehingga menjadi adat dan budaya yang tidak bisa di pisahkan dalam berkehidupan sosial di Desa Pantok. Gawai panen padi merupakan acara tahunan yang ada di Desa Pantok yang mana dalam rangkaian acara terdapat ritual adat yang perlu di lakukan untuk menghormati para leluhur serta ucapan rasa syukur kepada tuhan karna diberikan kenikmatan berupa panen padi yang telah terlaksanakan, selain itu juga budaya gotong royong dan ikatan kekeluargaan di desa pantok cukup baik dalam kegiatan apapun di desa.


Selain aktivitas beladang dan berkebun masyarakat Desa Pantok memiliki keterampilan yaitu meganyam membuat sebuah barang untuk melengkapi kebutuhan alat dapur dan bertani seperti berupa a). Tangkin b). Ketoro c). Ragak dan lainya yang di dominasi para wanita pembuatnya, selain dari itu pula seperti pembuatan kerajinan besi dan kayu di dominasi para lelaki contoh pembuatan a). Parang sarung dan b). Ukiran tameng. Dari kegitan keterampilan yang dimiliki masyarakat Desa Pantok mempunyai nilai seni dan nilai guna tinggi yang bisa di terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat di perjual belikan, sehingga mampu menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan yang di perlukan. Desa pantok memliki potensi yang cukup baik dalam sektor pariwisata sebagai salah satu pemasukan kas daerah, yang mana kelembagaan ekonomi ini di kelola langsung oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). 

Sebagian masyrakat turut andil dalam mengelola pariwisata setempat seperti penjagaan loket tiket masuk pada saat hari libur keagamaan atau libur nasional. Kelompok tani atau kwt, kelomok kerajinan tangan, kelompok petani ikan serta toko kelentong hadir sebagai kelembagaan ekomoni di Desa Pantok. Kelompok tani maupun KWT (Kelompok Wanita Tani)  di bina langsung dengan PPL (Pendamping Petani Lapangan) terkait teknik atau cara perawatan tanaman padi dan sayuran yang di kelola masyarakat seperti pemupukan, pengendalian hama, pengendalian gulma dan perawatan untuk peningkatan jumlah produksi. Pelaku usaha tani tidak menajual hasil panen secara luas namun hasil yang di peroleh untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari sehingga membantu kestabilan ekonomi yang ada di dalam keluarga. Adapun kelompok kerajinan tangan yang diketuai oleh ibu kepala Desa Pantok sendiri dalam kelembagaan ekonomi dengan memberikan ruang penitipan hasil kerajinan tangan di yang dikelola sendiri, pengrajin  membuat produk  berdasarkan pesanan yang di ingginkan oleh konsumen penjualan ini biasa dikenal dengan PO (Preeorder) selain itu juga pelaku usaha bisa berintraksi langsung dengan pembeli tanpa harus membeli di tempat penitipan.



Komentar